Ekonom INDEF: Ketidakstabilan Kurs Jadi Alasan Pemerintah Harus Tunda Redenominasi

Redaktur Rabu, 19 November 2025 - 11:36 WIB
1 menit baca 3 dilihat
Ekonom INDEF: Ketidakstabilan Kurs Jadi Alasan Pemerintah Harus Tunda Redenominasi

Rencana pemerintah untuk melaksanakan redenominasi rupiah kembali menjadi sorotan. Ekonom Senior INDEF, Tauhid Ahmad, mengingatkan bahwa langkah tersebut tidak bisa dilakukan secara tergesa, terutama saat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih berfluktuasi tajam.

Menurut Tauhid, tingginya permintaan terhadap dolar menjadi faktor utama yang membuat kurs rupiah tidak stabil. Dalam situasi seperti ini, masyarakat cenderung menukar rupiah ke dolar, sehingga berpotensi menimbulkan gejolak baru bila redenominasi dipaksakan.

Ia menjelaskan, redenominasi sebaiknya dijalankan ketika inflasi berada di level sangat rendah, idealnya di bawah 2,5 persen, serta perekonomian nasional berada dalam kondisi solid, imbuhnya (19/11/2025)

Kedua faktor ini menjadi prasyarat penting agar transisi nominal rupiah tidak menimbulkan kepanikan atau salah persepsi di masyarakat.

Selain kondisi ekonomi makro, Tauhid menegaskan perlunya landasan hukum dan koordinasi antar lembaga seperti Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan.

Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsApp Channel kami untuk mendapatkan update berita pilihan terkini.